Ini Efek Samping Pemakaian Deodoran pada Ketiak
Berkeringat merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun atau detok. Namun seringkali karena keringat berlebih dan bercampur bakteri bisa menyebabkan bau badan tak sedap.
Deodoran menjadi salah satu solusi terbaik saat ini untuk meminimalisir bau badan akibat keringat di ketiak. Ada deodoran dengan jenis roll-on dan juga spray, cairannya dapat membunuh bakteri yang menempel pada kulit ketiak. Apakah penggunaan deodoran aman? Berikut beberapa kerugian menggunakan deodoran
1) Dapat menyebabkan alergi kulit
Sebagian besar deodoran mengandung ethanol, turunan dari alkohol. Kandungan ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gatal dan timbul ruam. Selain itu kandungan kimia lainnya seperti triclosan pada deodoran dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh.
Sebagian besar deodoran mengandung ethanol, turunan dari alkohol. Kandungan ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gatal dan timbul ruam. Selain itu kandungan kimia lainnya seperti triclosan pada deodoran dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh.
2) Meninggalkan noda dan residu
Deodoran dikenal dapat meninggalkan bercak gelap atau kuning pada pakaian. Namun, bercak ini dapat dihilangkan setelah pakaian dicuci beberapa kali.
Deodoran dikenal dapat meninggalkan bercak gelap atau kuning pada pakaian. Namun, bercak ini dapat dihilangkan setelah pakaian dicuci beberapa kali.
3) Dapat menyebabkan alzeimer/kepikunan
Kebanyakan deodoran dalam bentuk spray mengandung aluminium turunan, dan garam aluminium yang dapat menyerang sel-sel otak sehingga menurunkan daya ingat/konsentrasi atau Alzeimer. Meski tidak selalu menyebabkan Alzeimer, namun perlu diwaspadai penggunaannya. Lebih baik pilih yang roll on saja
Kebanyakan deodoran dalam bentuk spray mengandung aluminium turunan, dan garam aluminium yang dapat menyerang sel-sel otak sehingga menurunkan daya ingat/konsentrasi atau Alzeimer. Meski tidak selalu menyebabkan Alzeimer, namun perlu diwaspadai penggunaannya. Lebih baik pilih yang roll on saja
4) Menyebabkan gangguan pada kehamilan
Deodoran yang mengandung paraben dapat menyebabkan kelahiran prematur pada bayi dan juga mutasi sel sehingga menyebabkan bayi terkena cacat tubuh/gangguan mental, selain itu ada kandungan phthalates, dimana zat ini digunakan untuk melenturkan plastik, mempertahankan wangi, dan pembasmi kuman. Zat ini amat berbahaya jika masuk kedalam darah apalagi saat hamil. Sebaiknya pilihlah deodoran yang tanpa kandungan keduanya.
Deodoran yang mengandung paraben dapat menyebabkan kelahiran prematur pada bayi dan juga mutasi sel sehingga menyebabkan bayi terkena cacat tubuh/gangguan mental, selain itu ada kandungan phthalates, dimana zat ini digunakan untuk melenturkan plastik, mempertahankan wangi, dan pembasmi kuman. Zat ini amat berbahaya jika masuk kedalam darah apalagi saat hamil. Sebaiknya pilihlah deodoran yang tanpa kandungan keduanya.
5) Beresiko menyebabkan kanker payudara
Deodoran yang disemprotkan di ketiak sangat dekat dengan jaringan payudara. Kandungan deodoran dapat mengurangi produksi hormon estrogen, dan melemahkan jaringan otot payudara.
Deodoran yang disemprotkan di ketiak sangat dekat dengan jaringan payudara. Kandungan deodoran dapat mengurangi produksi hormon estrogen, dan melemahkan jaringan otot payudara.
Beberapa kerugian diatas dapat diatasi dengan memilih deodoran yang aman dari kandungan berbahaya seperti paraben, alkohol/ethanol, phtalates, dan turunan aluminium. Ingin sehat? cermatlah dalam membeli produk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar